Contact
Search the Web:


Tanggal Upload 2018-08-10
Oleh Yeva Purnama, S.Pd


Bengkel Sastra Bagi Guru Tingkat Lanjutan 2018


Bengkel Sastra Bagi Guru Tingkat Lanjutan 2018

Mengajar sastra adalah salah satu stimulasi bagi anak agar mereka dapat mengembangkan kemampuannya serta turut melestarikan perkembangan dunia sastra di Indonesia.

Jika biasanya siswa yang disuruh menulis karya sastra, atau apresiasi sastra, bagaimana jika gurunya yang diminta menulis karya sastra? dalam hal ini praktik menulis cerpen!

 

Badan bahasa kemendikbud baru saja menggelar acara mulai tanggal 6 s.d. 8 Agustus 2018. Acara yang berkaitan dengan praktik penulisan cerpen sebagai karya sastra tersebut mengundang beberapa sastrawan diantaranya Okky Madasari. Okky menyampaikan beberapa poin penting terkait penulisan cerpen yakni;
 

1. Cerita untuk Pembaca Muda 

ò Cerita pendek

ò Cerita bergambar

ò Novel

 

2. Sumber Inspirasi

 

3. 5K-Kunci Penulisan

 

4. Menulis dengan 5K

 

Menurut Okky menulis cerpen harus menghayati tema cerita itu terlebih dahulu.

“Kunci dalam menulis cerita untuk anak adalah melihat segala sesuatu dari kacamata anak. Dengan begitu, baik plot maupun cara bertutur akan mengikuti gaya dan karakter anak-anak.”

(Okky Madasari dalam wawancara dengan Detik, Januari 2018)

 

“Satu hal yang kerap salah kaprah dalam masyarakat kita, menulis cerita anak dianggap lebih gampang daripada menulis cerita untuk dewasa. Itu tidak benar. Kenyataannya adalah menulis cerita anak lebih susah daripada menulis cerita dewasa. Sebabnya seperti yang saya sampaikan, pengarang harus melihat segala sesuatu dari kacamata anak-anak. Salah kaprah kedua dalam penulisan cerita anak adalah kecenderungan untuk membuatnya lebih gampang agar bisa dinikmati anak-anak. Saya tidak sepakat dengan itu. Anak-anak sesungguhnya sangat cerdas dan kaya imajinasi.”

Okky Madasari dalam wawancara dengan Tempo, Februari 2018

 

Okky menyampaikan bahwa tulisan yang baik adalah tulisan yang bisa dipahami oleh semua orang dan sesuatu hal yang menarik dan berbeda bagi imajinasi orang-orang.

 

oleh : _yva_