Contact
Search the Web:


Tanggal Upload 2018-04-16
Oleh Wulan Nafesa Septine, S.T


Integrasi Basis Data Dan Pemrosesan Query


Database adalah kumpulan dari data-data yang berhubungan satu sama  lainnya yang digunakan untuk pencarian suatu data tertentu pada saat SQL query  dijalankan. Sebuah database dirancang, dibuat dan ditempati oleh data dengan  tujuan tertentu. Di dalam sistem database relasional, tabel-tabel dari database saling  berhubungan satu sama lainnya. Dan sebuah tabel database akan selalu memiliki attribute names (nama-nama attribute), relation names (nama-nama relasi), dan tuples (record-record).

 

  1. Pengertian Integritas Data

Integrasi database dapat diartikan sebagai penggabungan database atau penyatuan database yang dapat saling berhubungan satu sama lain.

Pada saat melakukan integrasi database, data dalam sebuah sistem tidak boleh hilang. Integrasi database membutuhkan skema yang mengambil semua aplikasi klien ke dalam laporan. Skema yang dihasilkan akan lebih umum, lebih kompleks atau keduanya. Database biasanya dikendalikan oleh kelompok yang terpisah untuk aplikasi dan perubahan database yang lebih kompleks karena harus dinegosiasikan antara kelompok database dan berbagai aplikasi.

 

Keuntungan dari integrasi database adalah dengan berbagi data antara aplikasi tidak lagi memerlukan lapisan tambahan layanan integrasi pada aplikasi. Setiap perubahan data yang dibuat dalam satu aplikasi yang dibuat tersedia untuk semua aplikasi. Pada saat database melakukan integrasi, database-database yang disekitarnya dapat saling berhubungan dengan mudah sesuai dengan keperluannya masing-masing.

 

Contoh dari penggunaan integrasi database :

Terdapat sebuah sistem informasi mahasiswa akademik pada sebuah Universitas yang dimana sistem informasi tersebut hanya merupakan sistem yang berkaitan dengan penilaian saja dan pada sistem informasi tersebut terdapat data-data mahasiswa yang kompleks. Pada suatu saat terdapat bagian kemahasiswaan yang mengurus beasiswa membuat sistem informasi beasiswa secara terpisah, dan bagian kemahasiswaan tersebut memerlukan data-data dari mahasiswa. Sehingga dapat dilakukan integrasi database untuk mendapatkan data-data mahasiswa tersebut dan tidak perlu menuliskan atau membuatkan data-data mahasiswa lagi.

 

Integritas Data dapat Di kelompokan menjadi 2 bagian :

  1. Integritas data yang berada dalam relasi, yaitu integritas entitas dan integritas domain.
  2. Integritas yang berada di luar relasi, yaitu integritas referensial

Selain itu ada juga integritas yang ditentukan sendiri di dalam suatu perusahaan, yaitu integritas perusahaan (Enterprise integrity/ user Defined Integrity).

Secara garis besar integritas data dalam model relasional meliputi :

  1. Integritas Entitas
  2. Integritas Domain
  3. Integritas Referensial
  4. Integritas Enterprise

INTEGRITAS ENTITAS

Integritas entitas mendifinisikan sebuah baris sebagai sebuah entitas yang unik untuk suatu tabel. Dalam integritas entitas, tidak ada baris yang di duplikat didalam suatu tabel.

Contoh :

create table Pembelian

(ID Pembelian smallint,ID model smallint,DeskripsiModel varchar (40),

Primary Key (IDPembelian));

INEGRITAS DOMAIN

Domain adalah nilai-nilai yang dimungkinkan diasosiasikan dengan setiap atribut, Integritas domain merupakan validasi masukan dari sebuah kolom. Dengan integritas domain, tidak ada data yang melanggar jangkauan nilai di tiap kolom data.

Jenis domain yang harus dimiliki oleh setiap atribut :

  1. Karakter bebas
  2. Alphanumerik
  3. Alphabet
  4. Numerik

Pemeliharaan integritas domain :

  1. Pendifinisian skema
  2. Pemanfaatan properti field
  3. Penerapan proses validasi pada pemasukan data

Contoh :

Create table biografi

(idpenulis smallint unsigned not null,tahunLahir year not null,kotalahir varchar (40) not null default‘Kosong’);

create domain nilai numerik(3,2)

constraint value-test check (value >=0.00)

INTEGRITAS REFERENSIAL

Integritas referensial adalah dasar relasi antar tabel yaitu antara foregin key dengan promary key. Integritas referensial memastikan bahwa seluruh nilai dari foregin key cocok dengan nilai primary key yang dihubungkanya.

Contoh :

create table account

(account-number char (10),branch-name char (15),balance integer,

primary key (account-number),

foreign key (branch-namereference branch)

create table depositor

(costumer-name char (20),account-number char (10),

primary key (costumer-name, account-number)

foreign key (account-number) reference account

foreign key (costumer-name) reference costumer)

on delete cascade on update cascade

INTEGRITAS ENTERPRISE

Integritas enterprise mengizinkan kita untuk menentukan spesifik business rules sendiri yang tidak sama pada kategori integritas yang lainnya.

Integrasi Basis Data dibagi menjadi tiga :

  1. Integrasi Dalam Database

Integrasi  merupakan proses mengkombinasikan komponen-komponen penting agar mempermudah dalam berbagi proses dan analisis, dalam rangka mendukung manajemen proses kerja di dalam sebuah lingkungan kerja. Integrasi data menggabungkan data dari berbagai sumber database yang berbeda ke dalam sebuah penyimpanan seperti gudang data (data warehouse).

Data yang sama (misalnya: data penduduk) dapat dipakai bersama antar bagian organisasi (antar instansi). Data suatu instansi dapat dipakai bersama oleh instansi-instansi lain yang memerlukan (tidak perlu ada duplikasi data dalam suatu lingkungan organisasi). Meskipun fokus integrasi adalah data, tapi perlu juga integrasi database. Integrasi perlu dilakukan secara cermat karena kesalahan pada integrasi bisa menghasilkan ouput/keluaran yang menyimpang dan bahkan menyesatkan pengambilan keputusan nantinya.

  1. Integrasi Pada Software

Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

Penggunaan database pada software yaitu database juga merupakan landasan bagi pembuatan dan pengembangan program aplikasi. Oleh sebab itu, database harus dibuat sedemikian rupa sehingga pembuatan program lebih mudah dan cepat.

  1. Integrasi Pada Middleware

Middleware merupakan sebuah software / perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menerjemahkan dan lapisan konversi. Middleware juga dapat digunakan sebagai consolidator dan integrator. Database pada middleware menyediakan antarmuka antara sebuah query dengan beberapa database yang terdistribusi. Menggunakan, baik arsitektur hub and spoke atau arsitektur terdistribusi, memungkinkan data untuk digabungkan dari beberapa sumber data yang berbeda atau terpisah.

Database pada middleware menjawab tantangan integrasi data, sedangkan midleware-middleware yang lain menjawab tantangan integrasi applikasi dan jaringan. Database middleware yang paling umum digunakan adalah ODBC (Open DataBase Connectivity). Keterbatasan ODBC adalah bahwa middleware ini didesain untuk bekerja pada tipe penyimpanan relational database.

Contoh Integrasi dalam Sistem Informasi:

Integrasi sistem informasi dapat bersifat hirarkis yaitu pada tingkat transaksi akan memberikan masukan data kepada sistem tingkat manajerial atau sering pula dalam arah sebaliknya. Interaksi hirarkis adalah paling banyak diidentifikasikan dan diitegrasikan karena manajer mengetahui bahwa informasi harus diringkaskan menurut jalur hirarki disamping sistem yang bersangkutan ada di bawah satu garis komando dan karena manajer dalam bidang fungsional akan lebih banyak mengetahui data apa yang ada dalam sistemnya.

Contohnya seperti pembayaran listrik lewat rekening, setiap rumah akan membayar iuran listrik sesuai dengan daya masing-masing yang dimiliki. Iuran listrik akan dibayar setiap bulannya sesuai dengan pemakaian listrik yang diguakan. Setelah membayar iuran melewati rekening, database yang dipergunakan oleh pihak Bank dan PLN sebelumnya telah terintegrasi dengan baik dan pada database. Menghubungkan database biasanya menggunakan ODBC ODBC (Open DataBase Connectivity) setelah itu akan terjadi pertukaran data lalu adanya proses input dan output yang nantinya akan masuk ke pihak manajerial dan akan di proses sesuai dengan ketentuan masing-masing pihak.

  1. Pengertian Integritas Data

Integrasi database dapat diartikan sebagai penggabungan database atau penyatuan database yang dapat saling berhubungan satu sama lain.

Pada saat melakukan integrasi database, data dalam sebuah sistem tidak boleh hilang. Integrasi database membutuhkan skema yang mengambil semua aplikasi klien ke dalam laporan. Skema yang dihasilkan akan lebih umum, lebih kompleks atau keduanya. Database biasanya dikendalikan oleh kelompok yang terpisah untuk aplikasi dan perubahan database yang lebih kompleks karena harus dinegosiasikan antara kelompok database dan berbagai aplikasi.

 

Keuntungan dari integrasi database adalah dengan berbagi data antara aplikasi tidak lagi memerlukan lapisan tambahan layanan integrasi pada aplikasi. Setiap perubahan data yang dibuat dalam satu aplikasi yang dibuat tersedia untuk semua aplikasi. Pada saat database melakukan integrasi, database-database yang disekitarnya dapat saling berhubungan dengan mudah sesuai dengan keperluannya masing-masing.

 

Contoh dari penggunaan integrasi database :

Terdapat sebuah sistem informasi mahasiswa akademik pada sebuah Universitas yang dimana sistem informasi tersebut hanya merupakan sistem yang berkaitan dengan penilaian saja dan pada sistem informasi tersebut terdapat data-data mahasiswa yang kompleks. Pada suatu saat terdapat bagian kemahasiswaan yang mengurus beasiswa membuat sistem informasi beasiswa secara terpisah, dan bagian kemahasiswaan tersebut memerlukan data-data dari mahasiswa. Sehingga dapat dilakukan integrasi database untuk mendapatkan data-data mahasiswa tersebut dan tidak perlu menuliskan atau membuatkan data-data mahasiswa lagi.

 

Integritas Data dapat Di kelompokan menjadi 2 bagian :

  1. Integritas data yang berada dalam relasi, yaitu integritas entitas dan integritas domain.
  2. Integritas yang berada di luar relasi, yaitu integritas referensial

Selain itu ada juga integritas yang ditentukan sendiri di dalam suatu perusahaan, yaitu integritas perusahaan (Enterprise integrity/ user Defined Integrity).

Secara garis besar integritas data dalam model relasional meliputi :

  1. Integritas Entitas
  2. Integritas Domain
  3. Integritas Referensial
  4. Integritas Enterprise

INTEGRITAS ENTITAS

Integritas entitas mendifinisikan sebuah baris sebagai sebuah entitas yang unik untuk suatu tabel. Dalam integritas entitas, tidak ada baris yang di duplikat didalam suatu tabel.

Contoh :

create table Pembelian

(ID Pembelian smallint,ID model smallint,DeskripsiModel varchar (40),

Primary Key (IDPembelian));

INEGRITAS DOMAIN

Domain adalah nilai-nilai yang dimungkinkan diasosiasikan dengan setiap atribut, Integritas domain merupakan validasi masukan dari sebuah kolom. Dengan integritas domain, tidak ada data yang melanggar jangkauan nilai di tiap kolom data.

Jenis domain yang harus dimiliki oleh setiap atribut :

  1. Karakter bebas
  2. Alphanumerik
  3. Alphabet
  4. Numerik

Pemeliharaan integritas domain :

  1. Pendifinisian skema
  2. Pemanfaatan properti field
  3. Penerapan proses validasi pada pemasukan data

Contoh :

Create table biografi

(idpenulis smallint unsigned not null,tahunLahir year not null,kotalahir varchar (40) not null default‘Kosong’);

create domain nilai numerik(3,2)

constraint value-test check (value >=0.00)

INTEGRITAS REFERENSIAL

Integritas referensial adalah dasar relasi antar tabel yaitu antara foregin key dengan promary key. Integritas referensial memastikan bahwa seluruh nilai dari foregin key cocok dengan nilai primary key yang dihubungkanya.

Contoh :

create table account

(account-number char (10),branch-name char (15),balance integer,

primary key (account-number),

foreign key (branch-namereference branch)

create table depositor

(costumer-name char (20),account-number char (10),

primary key (costumer-name, account-number)

foreign key (account-number) reference account

foreign key (costumer-name) reference costumer)

on delete cascade on update cascade

INTEGRITAS ENTERPRISE

Integritas enterprise mengizinkan kita untuk menentukan spesifik business rules sendiri yang tidak sama pada kategori integritas yang lainnya.

Integrasi Basis Data dibagi menjadi tiga :

  1. Integrasi Dalam Database

Integrasi  merupakan proses mengkombinasikan komponen-komponen penting agar mempermudah dalam berbagi proses dan analisis, dalam rangka mendukung manajemen proses kerja di dalam sebuah lingkungan kerja. Integrasi data menggabungkan data dari berbagai sumber database yang berbeda ke dalam sebuah penyimpanan seperti gudang data (data warehouse).

Data yang sama (misalnya: data penduduk) dapat dipakai bersama antar bagian organisasi (antar instansi). Data suatu instansi dapat dipakai bersama oleh instansi-instansi lain yang memerlukan (tidak perlu ada duplikasi data dalam suatu lingkungan organisasi). Meskipun fokus integrasi adalah data, tapi perlu juga integrasi database. Integrasi perlu dilakukan secara cermat karena kesalahan pada integrasi bisa menghasilkan ouput/keluaran yang menyimpang dan bahkan menyesatkan pengambilan keputusan nantinya.

  1. Integrasi Pada Software

Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

Penggunaan database pada software yaitu database juga merupakan landasan bagi pembuatan dan pengembangan program aplikasi. Oleh sebab itu, database harus dibuat sedemikian rupa sehingga pembuatan program lebih mudah dan cepat.

  1. Integrasi Pada Middleware

Middleware merupakan sebuah software / perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menerjemahkan dan lapisan konversi. Middleware juga dapat digunakan sebagai consolidator dan integrator. Database pada middleware menyediakan antarmuka antara sebuah query dengan beberapa database yang terdistribusi. Menggunakan, baik arsitektur hub and spoke atau arsitektur terdistribusi, memungkinkan data untuk digabungkan dari beberapa sumber data yang berbeda atau terpisah.

Database pada middleware menjawab tantangan integrasi data, sedangkan midleware-middleware yang lain menjawab tantangan integrasi applikasi dan jaringan. Database middleware yang paling umum digunakan adalah ODBC (Open DataBase Connectivity). Keterbatasan ODBC adalah bahwa middleware ini didesain untuk bekerja pada tipe penyimpanan relational database.

Contoh Integrasi dalam Sistem Informasi:

Integrasi sistem informasi dapat bersifat hirarkis yaitu pada tingkat transaksi akan memberikan masukan data kepada sistem tingkat manajerial atau sering pula dalam arah sebaliknya. Interaksi hirarkis adalah paling banyak diidentifikasikan dan diitegrasikan karena manajer mengetahui bahwa informasi harus diringkaskan menurut jalur hirarki disamping sistem yang bersangkutan ada di bawah satu garis komando dan karena manajer dalam bidang fungsional akan lebih banyak mengetahui data apa yang ada dalam sistemnya.

Contohnya seperti pembayaran listrik lewat rekening, setiap rumah akan membayar iuran listrik sesuai dengan daya masing-masing yang dimiliki. Iuran listrik akan dibayar setiap bulannya sesuai dengan pemakaian listrik yang diguakan. Setelah membayar iuran melewati rekening, database yang dipergunakan oleh pihak Bank dan PLN sebelumnya telah terintegrasi dengan baik dan pada database. Menghubungkan database biasanya menggunakan ODBC ODBC (Open DataBase Connectivity) setelah itu akan terjadi pertukaran data lalu adanya proses input dan output yang nantinya akan masuk ke pihak manajerial dan akan di proses sesuai dengan ketentuan masing-masing pihak.

 

 

Pemrosesan terhadap query di dalam  suatu basis data dilakukan dengan  menggunakan bahasa query (query  language)

  1. Bahasa query formal basis data relasional  adalah bahasa untuk meminta informasi  dari basis data.
  2. Bahasa query ini dibagi menjadi dua, yaitu:

       ->User menginstruksikan ke sistem agar  membentuk serangkaian            operasi dalam  basis data untuk mengeluarkan hasil yang                    diinginkan.         

        ->Aljabar Relasional (Relational Algebra) termasuk ke dalam               bahasa query  prosedural.

 

 

          -User mendeskripsikan informasi yang  diinginkan tanpa              memberikan prosedurdetail untuk menghasilkan informasi  tersebut.

     -Kalkulus Relasional Tuple (Tuple Relational  Calculus) termasuk ke dalam bahasa query  non prosedural.