Contact
Search the Web:


Tanggal Upload 2018-04-04
Oleh Kusmanto, S.Pd


Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen


Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen Dylan Aprialdo Rachman Kompas.com - 22/03/2018, 13:06 WIB Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017). Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017).(Twitter @prabowo) JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan, pernyataannya soal Indonesia tidak ada lagi tahun 2030 didasarkan pada scenario writing pihak asing. "Jadi di luar negeri itu ada scenario writing, yang nulis itu ahli-ahli intelijen strategis. Dibuka dong, baca dong," ujar Prabowo di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (22/3/2018). Prabowo ingin menyampaikan skenario tersebut sebagai sebuah peringatan bagi Pemerintah Indonesia untuk tidak menganggap enteng berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia, seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, penguasaan sumber daya, hingga persoalan lingkungan. (Baca juga: Jusuf Kalla Sebut Ramalan Indonesia Bubar 2030 Hanya Fiksi) Lebih lanjut ia mengatakan, masih banyak pihak asing yang hingga kini berusaha mengganggu kedaulatan Indonesia, seperti pada masa penjajahan di masa lalu. "Sesudah perang kemerdekaan mereka tetap Indonesia mau dipecah dari dulu selalu. Nah ini sekarang masih ada tulisan seperti itu bahwa Indonesia ini oleh ahli masih dianggap tahun 2030 sudah tidak ada lagi," ujarnya. Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia jangan terlalu lugu akan ancaman pihak luar terhadap kedaulatan Indonesia. Sebab, berbagai kekayaan manusia, sumber daya alam, hingga kebudayaan menjadi sasaran perebutan pihak asing. "Bahwa banyak iri sama kita banyak yang tidak punya sumber daya alam jadi mereka inginnya menjadi kaya dari kita, kita disuruh miskin terus jadi ini fenomena ya," kata dia. Meskipun demikian, ia mempersilakan jika berbagai pihak tak memercayai apa yang ia sampaikan. Ia menilai, hal itu merupakan kewajiban sebagai warga negara untuk mengingatkan negara akan potensi ancaman tertentu. (Baca juga: Presiden Tertawa saat Ditanya Pidato Prabowo soal Indonesia Bubar 2030) "Kalau enggak percaya sama saya dan enggak mau dengar ya enggak apa-apa. Kewajiban saya sebagai anak bangsa saya harus bicara kalau melihat suatu bahaya ya," ungkapnya. Seperti diketahui, pihak Istana telah menanggapi pidato Prabowo tersebut. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mempertanyakan dasar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia terancam bubar pada 2030. "Kalau Pak Prabowo menyatakan 2030 Indonesia bubar itu dasarnya apa? Itu perlu ditanya juga, kan, harus ada kajian ilmiah, analisis," kata Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/3/2018). Yang pasti, lanjut Johan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini justru ingin menjadikan Indonesia menjadi negara maju. Bahkan, pemerintah sudah mencanangkan program Indonesia Emas pada 2045. Johan mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah indikator yang menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. Dari sisi peringkat kemudahan berinvestasi, misalnya, Indonesia naik ke peringkat kedua setelah Filipina. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan Republik Indonesia bisa bubar di 2030 dalam pidatonya di hadapan kader Gerindra.(Kompas TV) PenulisDylan Aprialdo Rachman EditorDiamanty Meiliana Tag: Indonesia Prabowo Berita Terkait Fadli Zon: Pernyataan Prabowo soal Indonesia Bubar pada 2030 Hanya Peringatan Hashim Djojohadikusumo Nilai Prabowo Lebih Siap pada Pilpres 2019 Istana: Prabowo Bilang 2030 Indonesia Bubar, Dasarnya Apa? Survei Charta Politika: Di Jatim, Elektabilitas Jokowi 58,7 Persen, Prabowo 26,7 Persen Tampik Prabowo, Oesman Sapta Yakin sampai Kiamat Indonesia Tidak Bubar Komentar Ada 170 komentar untuk artikel ini - tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE Enggo Minggu, 25 Maret 2018 | 00:46 @hartini ngerti opo km nduk.. berkomentarlah yg sopan. nnti terciduk nangis2 (2) (0) Tanggapi Laporkan Robo Cop Sabtu, 24 Maret 2018 | 19:51 itu ungkapan kekhawatiran yang wajar dari beliau sebagai orang yang mencintai negaranya dan bisa jadi alarm peringatan bagi kita agar lebih waspada dan meningkatkan pertahanan, terutama intelejen kita (0) (0) Tanggapi Laporkan uwa ibienx Sabtu, 24 Maret 2018 | 18:42 mudah mudahan saja itu terjadi ya dan kita bisa jadi orang asing di negeri kita sendiri (0) (0) Tanggapi Laporkan phill O'larry Sabtu, 24 Maret 2018 | 08:13 tp menurut buku kajian intelejen asing yg sy baca, bubarnya indo bkn krn itu, tp krn rongrongan org2 macam si wowo beserta cecunguk2 n di bntu sm jongos2nya yg berambisi ingin mnguasai indonesia bagaimanapun caranya. org ini benar2 bagai duri dlm daging bagi nkri. (0) (0) Tanggapi Laporkan phill O'larry Sabtu, 24 Maret 2018 | 08:08 emng bnr bnyak negara asing yg ingin mnguasai indonesia krn kekayaan alamnya, dn beberapa sdh terjadi dr jmn orba(dg sutradara n tokoh utama suharto n d bantu bapaknya si wowo). (0) (0) Tanggapi Laporkan Laurensius Kevin Wijaya Jumat, 23 Maret 2018 | 17:54 kalau mau menang pemilu dgn statement2 yang membodohi rakyat/bikin resah/bikin pecah, harusnya kau nyapres di korea utara wo, sejajar lah kau dgn kim jong un itu (2) (0) Tanggapi Laporkan Tara Twll Jumat, 23 Maret 2018 | 14:20 kl om owo jd presiden skg indo gk jadi bubar wkwk itu hny bacot yg aga bau (0) (-1) Tanggapi Laporkan Denmas Nyono Jumat, 23 Maret 2018 | 13:34 kalau aku disuruh memilih, jelas memilih pemimpin yang visioner daripada pemimpin yang ilusioner, lebih jelas tujuannya tidak hanya dibawa mimpi thok.... (0) (0) Tanggapi Laporkan Denmas Nyono Jumat, 23 Maret 2018 | 13:28 kalau disimak ada kesamaan antara pidato tersebut dengan debat yang lalu. cak wo memaparkan dari ilusinya tentang kekayaan alam indonesia untuk kesejahteraan, sedangkan cak wi memaparkan visinya tentang kekayaan alam indonesia untuk kesejahteraan secara merata dimulai dari ujung dan pinggiran. (0) (0) Tanggapi Laporkan Denmas Nyono Jumat, 23 Maret 2018 | 13:24 aku masih ingat dalam debat capres silam. cak wo memaparkan kekayaan alam indonesia yang hilang sekian t, solusi dan tindak lanjut sebagai program kesejahteraan rakyat. sedangkan cak wi memaparkan kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat secara merata.kalu disimak ada kesamaan antara pidato tersebut (0) (0) Tanggapi Laporkan Selanjutnya Terkini Lainnya Hendak Dikirim ke Vietnam, Penyelundupan 8.501 Bayi Lobster di Lombok Barat Terbongkar Hendak Dikirim ke Vietnam, Penyelundupan 8.501 Bayi Lobster di Lombok Barat Terbongkar Regional 04/04/2018, 08:10 WIB Mereka yang Mengadu ke Anies-Sandiaga Saat Mobilnya Diderek Dishub... Mereka yang Mengadu ke Anies-Sandiaga Saat Mobilnya Diderek Dishub... Megapolitan 04/04/2018, 08:06 WIB Pelaku Penembakan di Kantor Pusat YouTube Ditemukan Tewas Pelaku Penembakan di Kantor Pusat YouTube Ditemukan Tewas Internasional 04/04/2018, 08:05 WIB Sehari Setelah Besan Meninggal, Jokowi Kerja Seperti Biasa Sehari Setelah Besan Meninggal, Jokowi Kerja Seperti Biasa Nasional 04/04/2018, 07:52 WIB 5 Berita Populer: Mobil Ratna Sarumpaet Diderek Dishub hingga Benua Afrika yang Terbelah 5 Berita Populer: Mobil Ratna Sarumpaet Diderek Dishub hingga Benua Afrika yang Terbelah Megapolitan 04/04/2018, 07:51 WIB Cek GOR Bulungan, Sandiaga Minta Disiapkan Net untuk Main Voli Bersama Cek GOR Bulungan, Sandiaga Minta Disiapkan Net untuk Main Voli Bersama Megapolitan 04/04/2018, 07:51 WIB Rekor 38 Tersangka KPK dan Upaya Menangani Korupsi Massal... Rekor 38 Tersangka KPK dan Upaya Menangani Korupsi Massal... Nasional 04/04/2018, 07:48 WIB Kenakan Topi dan Baju Lengan Panjang, Cara WNA Pelaku 'Skimming' Samarkan Identitas Kenakan Topi dan Baju Lengan Panjang, Cara WNA Pelaku "Skimming" Samarkan Identitas Megapolitan 04/04/2018, 07:45 WIB Berita Populer: Kapal Induk Baru China, hingga Pangeran Saudi Komentari Israel Berita Populer: Kapal Induk Baru China, hingga Pangeran Saudi Komentari Israel Internasional 04/04/2018, 07:34 WIB Jakarta Barat hingga Selatan Berpotensi Turun Hujan Disertai Angin Kencang Siang Ini Jakarta Barat hingga Selatan Berpotensi Turun Hujan Disertai Angin Kencang Siang Ini Megapolitan 04/04/2018, 07:21 WIB BNN Gandeng Golkar untuk Dukung Pencegahan Narkoba di Masyarakat BNN Gandeng Golkar untuk Dukung Pencegahan Narkoba di Masyarakat Nasional 04/04/2018, 07:07 WIB Dokter Terawan yang Dikenal dengan Metode 'Cuci Otak' Diberhentikan dari IDI Dokter Terawan yang Dikenal dengan Metode "Cuci Otak" Diberhentikan dari IDI Megapolitan 04/04/2018, 07:06 WIB Hari Ketiga Pencarian Pendaki yang Hilang di Gunung Merbabu, Hasilnya Nihil Hari Ketiga Pencarian Pendaki yang Hilang di Gunung Merbabu, Hasilnya Nihil Regional 04/04/2018, 07:04 WIB Menangkan Khofifah-Emil di Pilkada Jatim, Golkar Kejar 'Swing Voters' Menangkan Khofifah-Emil di Pilkada Jatim, Golkar Kejar "Swing Voters" Nasional 04/04/2018, 06:58 WIB Kapolri: Ubah Budaya Koruptif di Tubuh Polri Tidak Gampang, Perlu secara Bertahap Kapolri: Ubah Budaya Koruptif di Tubuh Polri Tidak Gampang, Perlu secara Bertahap Regional 04/04/2018, 06:53 WIB Load More Terpopuler 1 Sinyal Gerindra dan PKS untuk Gatot Nurmantyo Menuju Pilpres 2019... Dibaca 147.998 kali 2 Sekjen Nasdem: Pernyataan Prabowo Kasar, Lebih Banyak Fitnah Dibaca 70.409 kali 3 Besan Meninggal, Presiden Jokowi Batalkan Dua Rapat Terbatas Dibaca 47.634 kali 4 Besan Meninggal, Jokowi Berencana Pulang ke Solo Dibaca 19.330 kali 5 Effendi Gazali: Prabowo Galau, Sedang di Bawah Tekanan Dibaca 19.129 kali Now Trending Setelah Ratna Sarumpaet Telepon Anies, Mobil Dikembalikan dan Petugas Minta Maaf Setelah Ratna Sarumpaet Telepon Anies, Mobil Dikembalikan dan Petugas Minta Maaf Dokter Terawan yang Dikenal dengan Metode 'Cuci Otak' Diberhentikan dari IDI Dokter Terawan yang Dikenal dengan Metode "Cuci Otak" Diberhentikan dari IDI Rekor 38 Tersangka KPK dan Upaya Menangani Korupsi Massal... Rekor 38 Tersangka KPK dan Upaya Menangani Korupsi Massal... 7 Rekor Cristiano Ronaldo Saat Real Madrid Kalahkan Juventus 7 Rekor Cristiano Ronaldo Saat Real Madrid Kalahkan Juventus Retakan Raksasa Muncul di Kenya, Bukti Afrika Akan Terbelah Jadi Dua Retakan Raksasa Muncul di Kenya, Bukti Afrika Akan Terbelah Jadi Dua Ini Alasan Ratna Sarumpaet Telepon Anies Saat Mobilnya Diderek Dishub Ini Alasan Ratna Sarumpaet Telepon Anies Saat Mobilnya Diderek Dishub 'Tidak Ada Cara untuk Menghentikan Lionel Messi...' "Tidak Ada Cara untuk Menghentikan Lionel Messi..." Nafa Urbach Panggil 'Sayang' pada Pria Bernama Kevin Kambrey Nafa Urbach Panggil "Sayang" pada Pria Bernama Kevin Kambrey SOCIAL BUZZ Kompas.com @kompascom Mereka yang Mengadu ke Anies-Sandiaga Saat Mobilnya Diderek Dishub... https://t.co/Zd0eSAtdXg 6 m Kompas.com @kompascom Pelaku Penembakan di Kantor Pusat YouTube Ditemukan Tewas https://t.co/yjvZQhmXEM 6 m KompasBola @KompasBola Liverpool Vs Man City, Adu Tajam Barisan Penyerang https://t.co/2AToKJDeaP 8 m Kompas.com @kompascom Liverpool Vs Man City, Adu Tajam Barisan Penyerang https://t.co/l60fvZ6ykC 8 m Kompas.com @kompascom Simak Dahulu Diskon Mobil Murah per April 2018 https://t.co/qJJ1CxUpV5 10 m KOMPAS TV @KompasTV Amril adalah warga Jalan Sipayung, Kota Tegal, Jawa Tengah yang getol berkreasi lewat limbah koran bekas. Koran bek… https://t.co/4kVbNGzycYhttps://t.co/YxLArQWdYV 11 m Thailand Segera Pajaki Mata Uang Kripto 10 m Kompas.com Close Ads X News Nasional Regional Megapolitan Internasional Surat Pembaca Sains Edukasi Olahraga Ekonomi Bola Tekno Entertainment Otomotif Travel Health Lifestyle Properti Kolom Images TV VIK Indeks Berita Indeks Headline Indeks Topik Pilihan Indeks Terpopuler www.kompas.com Kabar Palmerah About Us Advertise Policy Pedoman Media Siber Career Contact Us Copyright 2008 - 2018 PT. Kompas Cyber Media ( Kompas Gramedia Digital Group). All rights reserved.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen", https://nasional.kompas.com/read/2018/03/22/13062071/prabowo-ungkap-pidatonya-soal-indonesia-bubar-tahun-2030-atas-kajian-ahli.
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman
Editor : Diamanty Meiliana
Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen Dylan Aprialdo Rachman Kompas.com - 22/03/2018, 13:06 WIB Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017). Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017).(Twitter @prabowo) JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan, pernyataannya soal Indonesia tidak ada lagi tahun 2030 didasarkan pada scenario writing pihak asing. "Jadi di luar negeri itu ada scenario writing, yang nulis itu ahli-ahli intelijen strategis. Dibuka dong, baca dong," ujar Prabowo di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (22/3/2018). Prabowo ingin menyampaikan skenario tersebut sebagai sebuah peringatan bagi Pemerintah Indonesia untuk tidak menganggap enteng berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia, seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, penguasaan sumber daya, hingga persoalan lingkungan. (Baca juga: Jusuf Kalla Sebut Ramalan Indonesia Bubar 2030 Hanya Fiksi) Lebih lanjut ia mengatakan, masih banyak pihak asing yang hingga kini berusaha mengganggu kedaulatan Indonesia, seperti pada masa penjajahan di masa lalu. "Sesudah perang kemerdekaan mereka tetap Indonesia mau dipecah dari dulu selalu. Nah ini sekarang masih ada tulisan seperti itu bahwa Indonesia ini oleh ahli masih dianggap tahun 2030 sudah tidak ada lagi," ujarnya. Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia jangan terlalu lugu akan ancaman pihak luar terhadap kedaulatan Indonesia. Sebab, berbagai kekayaan manusia, sumber daya alam, hingga kebudayaan menjadi sasaran perebutan pihak asing. "Bahwa banyak iri sama kita banyak yang tidak punya sumber daya alam jadi mereka inginnya menjadi kaya dari kita, kita disuruh miskin terus jadi ini fenomena ya," kata dia. Meskipun demikian, ia mempersilakan jika berbagai pihak tak memercayai apa yang ia sampaikan. Ia menilai, hal itu merupakan kewajiban sebagai warga negara untuk mengingatkan negara akan potensi ancaman tertentu. (Baca juga: Presiden Tertawa saat Ditanya Pidato Prabowo soal Indonesia Bubar 2030) "Kalau enggak percaya sama saya dan enggak mau dengar ya enggak apa-apa. Kewajiban saya sebagai anak bangsa saya harus bicara kalau melihat suatu bahaya ya," ungkapnya. Seperti diketahui, pihak Istana telah menanggapi pidato Prabowo tersebut. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mempertanyakan dasar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia terancam bubar pada 2030. "Kalau Pak Prabowo menyatakan 2030 Indonesia bubar itu dasarnya apa? Itu perlu ditanya juga, kan, harus ada kajian ilmiah, analisis," kata Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/3/2018). Yang pasti, lanjut Johan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini justru ingin menjadikan Indonesia menjadi negara maju. Bahkan, pemerintah sudah mencanangkan program Indonesia Emas pada 2045. Johan mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah indikator yang menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. Dari sisi peringkat kemudahan berinvestasi, misalnya, Indonesia naik ke peringkat kedua setelah Filipina. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan Republik Indonesia bisa bubar di 2030 dalam pidatonya di hadapan kader Gerindra.(Kompas TV) PenulisDylan Aprialdo Rachman EditorDiamanty Meiliana Tag: Indonesia Prabowo Berita Terkait Fadli Zon: Pernyataan Prabowo soal Indonesia Bubar pada 2030 Hanya Peringatan Hashim Djojohadikusumo Nilai Prabowo Lebih Siap pada Pilpres 2019 Istana: Prabowo Bilang 2030 Indonesia Bubar, Dasarnya Apa? Survei Charta Politika: Di Jatim, Elektabilitas Jokowi 58,7 Persen, Prabowo 26,7 Persen Tampik Prabowo, Oesman Sapta Yakin sampai Kiamat Indonesia Tidak Bubar Komentar Ada 170 komentar untuk artikel ini - tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE Enggo Minggu, 25 Maret 2018 | 00:46 @hartini ngerti opo km nduk.. berkomentarlah yg sopan. nnti terciduk nangis2 (2) (0) Tanggapi Laporkan Robo Cop Sabtu, 24 Maret 2018 | 19:51 itu ungkapan kekhawatiran yang wajar dari beliau sebagai orang yang mencintai negaranya dan bisa jadi alarm peringatan bagi kita agar lebih waspada dan meningkatkan pertahanan, terutama intelejen kita (0) (0) Tanggapi Laporkan uwa ibienx Sabtu, 24 Maret 2018 | 18:42 mudah mudahan saja itu terjadi ya dan kita bisa jadi orang asing di negeri kita sendiri (0) (0) Tanggapi Laporkan phill O'larry Sabtu, 24 Maret 2018 | 08:13 tp menurut buku kajian intelejen asing yg sy baca, bubarnya indo bkn krn itu, tp krn rongrongan org2 macam si wowo beserta cecunguk2 n di bntu sm jongos2nya yg berambisi ingin mnguasai indonesia bagaimanapun caranya. org ini benar2 bagai duri dlm daging bagi nkri. (0) (0) Tanggapi Laporkan phill O'larry Sabtu, 24 Maret 2018 | 08:08 emng bnr bnyak negara asing yg ingin mnguasai indonesia krn kekayaan alamnya, dn beberapa sdh terjadi dr jmn orba(dg sutradara n tokoh utama suharto n d bantu bapaknya si wowo). (0) (0) Tanggapi Laporkan Laurensius Kevin Wijaya Jumat, 23 Maret 2018 | 17:54 kalau mau menang pemilu dgn statement2 yang membodohi rakyat/bikin resah/bikin pecah, harusnya kau nyapres di korea utara wo, sejajar lah kau dgn kim jong un itu (2) (0) Tanggapi Laporkan Tara Twll Jumat, 23 Maret 2018 | 14:20 kl om owo jd presiden skg indo gk jadi bubar wkwk itu hny bacot yg aga bau (0) (-1) Tanggapi Laporkan Denmas Nyono Jumat, 23 Maret 2018 | 13:34 kalau aku disuruh memilih, jelas memilih pemimpin yang visioner daripada pemimpin yang ilusioner, lebih jelas tujuannya tidak hanya dibawa mimpi thok.... (0) (0) Tanggapi Laporkan Denmas Nyono Jumat, 23 Maret 2018 | 13:28 kalau disimak ada kesamaan antara pidato tersebut dengan debat yang lalu. cak wo memaparkan dari ilusinya tentang kekayaan alam indonesia untuk kesejahteraan, sedangkan cak wi memaparkan visinya tentang kekayaan alam indonesia untuk kesejahteraan secara merata dimulai dari ujung dan pinggiran. (0) (0) Tanggapi Laporkan Denmas Nyono Jumat, 23 Maret 2018 | 13:24 aku masih ingat dalam debat capres silam. cak wo memaparkan kekayaan alam indonesia yang hilang sekian t, solusi dan tindak lanjut sebagai program kesejahteraan rakyat. sedangkan cak wi memaparkan kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat secara merata.kalu disimak ada kesamaan antara pidato tersebut (0) (0) Tanggapi Laporkan Selanjutnya Terkini Lainnya Hendak Dikirim ke Vietnam, Penyelundupan 8.501 Bayi Lobster di Lombok Barat Terbongkar Hendak Dikirim ke Vietnam, Penyelundupan 8.501 Bayi Lobster di Lombok Barat Terbongkar Regional 04/04/2018, 08:10 WIB Mereka yang Mengadu ke Anies-Sandiaga Saat Mobilnya Diderek Dishub... Mereka yang Mengadu ke Anies-Sandiaga Saat Mobilnya Diderek Dishub... Megapolitan 04/04/2018, 08:06 WIB Pelaku Penembakan di Kantor Pusat YouTube Ditemukan Tewas Pelaku Penembakan di Kantor Pusat YouTube Ditemukan Tewas Internasional 04/04/2018, 08:05 WIB Sehari Setelah Besan Meninggal, Jokowi Kerja Seperti Biasa Sehari Setelah Besan Meninggal, Jokowi Kerja Seperti Biasa Nasional 04/04/2018, 07:52 WIB 5 Berita Populer: Mobil Ratna Sarumpaet Diderek Dishub hingga Benua Afrika yang Terbelah 5 Berita Populer: Mobil Ratna Sarumpaet Diderek Dishub hingga Benua Afrika yang Terbelah Megapolitan 04/04/2018, 07:51 WIB Cek GOR Bulungan, Sandiaga Minta Disiapkan Net untuk Main Voli Bersama Cek GOR Bulungan, Sandiaga Minta Disiapkan Net untuk Main Voli Bersama Megapolitan 04/04/2018, 07:51 WIB Rekor 38 Tersangka KPK dan Upaya Menangani Korupsi Massal... Rekor 38 Tersangka KPK dan Upaya Menangani Korupsi Massal... Nasional 04/04/2018, 07:48 WIB Kenakan Topi dan Baju Lengan Panjang, Cara WNA Pelaku 'Skimming' Samarkan Identitas Kenakan Topi dan Baju Lengan Panjang, Cara WNA Pelaku "Skimming" Samarkan Identitas Megapolitan 04/04/2018, 07:45 WIB Berita Populer: Kapal Induk Baru China, hingga Pangeran Saudi Komentari Israel Berita Populer: Kapal Induk Baru China, hingga Pangeran Saudi Komentari Israel Internasional 04/04/2018, 07:34 WIB Jakarta Barat hingga Selatan Berpotensi Turun Hujan Disertai Angin Kencang Siang Ini Jakarta Barat hingga Selatan Berpotensi Turun Hujan Disertai Angin Kencang Siang Ini Megapolitan 04/04/2018, 07:21 WIB BNN Gandeng Golkar untuk Dukung Pencegahan Narkoba di Masyarakat BNN Gandeng Golkar untuk Dukung Pencegahan Narkoba di Masyarakat Nasional 04/04/2018, 07:07 WIB Dokter Terawan yang Dikenal dengan Metode 'Cuci Otak' Diberhentikan dari IDI Dokter Terawan yang Dikenal dengan Metode "Cuci Otak" Diberhentikan dari IDI Megapolitan 04/04/2018, 07:06 WIB Hari Ketiga Pencarian Pendaki yang Hilang di Gunung Merbabu, Hasilnya Nihil Hari Ketiga Pencarian Pendaki yang Hilang di Gunung Merbabu, Hasilnya Nihil Regional 04/04/2018, 07:04 WIB Menangkan Khofifah-Emil di Pilkada Jatim, Golkar Kejar 'Swing Voters' Menangkan Khofifah-Emil di Pilkada Jatim, Golkar Kejar "Swing Voters" Nasional 04/04/2018, 06:58 WIB Kapolri: Ubah Budaya Koruptif di Tubuh Polri Tidak Gampang, Perlu secara Bertahap Kapolri: Ubah Budaya Koruptif di Tubuh Polri Tidak Gampang, Perlu secara Bertahap Regional 04/04/2018, 06:53 WIB Load More Terpopuler 1 Sinyal Gerindra dan PKS untuk Gatot Nurmantyo Menuju Pilpres 2019... Dibaca 147.998 kali 2 Sekjen Nasdem: Pernyataan Prabowo Kasar, Lebih Banyak Fitnah Dibaca 70.409 kali 3 Besan Meninggal, Presiden Jokowi Batalkan Dua Rapat Terbatas Dibaca 47.634 kali 4 Besan Meninggal, Jokowi Berencana Pulang ke Solo Dibaca 19.330 kali 5 Effendi Gazali: Prabowo Galau, Sedang di Bawah Tekanan Dibaca 19.129 kali Now Trending Setelah Ratna Sarumpaet Telepon Anies, Mobil Dikembalikan dan Petugas Minta Maaf Setelah Ratna Sarumpaet Telepon Anies, Mobil Dikembalikan dan Petugas Minta Maaf Dokter Terawan yang Dikenal dengan Metode 'Cuci Otak' Diberhentikan dari IDI Dokter Terawan yang Dikenal dengan Metode "Cuci Otak" Diberhentikan dari IDI Rekor 38 Tersangka KPK dan Upaya Menangani Korupsi Massal... Rekor 38 Tersangka KPK dan Upaya Menangani Korupsi Massal... 7 Rekor Cristiano Ronaldo Saat Real Madrid Kalahkan Juventus 7 Rekor Cristiano Ronaldo Saat Real Madrid Kalahkan Juventus Retakan Raksasa Muncul di Kenya, Bukti Afrika Akan Terbelah Jadi Dua Retakan Raksasa Muncul di Kenya, Bukti Afrika Akan Terbelah Jadi Dua Ini Alasan Ratna Sarumpaet Telepon Anies Saat Mobilnya Diderek Dishub Ini Alasan Ratna Sarumpaet Telepon Anies Saat Mobilnya Diderek Dishub 'Tidak Ada Cara untuk Menghentikan Lionel Messi...' "Tidak Ada Cara untuk Menghentikan Lionel Messi..." Nafa Urbach Panggil 'Sayang' pada Pria Bernama Kevin Kambrey Nafa Urbach Panggil "Sayang" pada Pria Bernama Kevin Kambrey SOCIAL BUZZ Kompas.com @kompascom Mereka yang Mengadu ke Anies-Sandiaga Saat Mobilnya Diderek Dishub... https://t.co/Zd0eSAtdXg 6 m Kompas.com @kompascom Pelaku Penembakan di Kantor Pusat YouTube Ditemukan Tewas https://t.co/yjvZQhmXEM 6 m KompasBola @KompasBola Liverpool Vs Man City, Adu Tajam Barisan Penyerang https://t.co/2AToKJDeaP 8 m Kompas.com @kompascom Liverpool Vs Man City, Adu Tajam Barisan Penyerang https://t.co/l60fvZ6ykC 8 m Kompas.com @kompascom Simak Dahulu Diskon Mobil Murah per April 2018 https://t.co/qJJ1CxUpV5 10 m KOMPAS TV @KompasTV Amril adalah warga Jalan Sipayung, Kota Tegal, Jawa Tengah yang getol berkreasi lewat limbah koran bekas. Koran bek… https://t.co/4kVbNGzycYhttps://t.co/YxLArQWdYV 11 m Thailand Segera Pajaki Mata Uang Kripto 10 m Kompas.com Close Ads X News Nasional Regional Megapolitan Internasional Surat Pembaca Sains Edukasi Olahraga Ekonomi Bola Tekno Entertainment Otomotif Travel Health Lifestyle Properti Kolom Images TV VIK Indeks Berita Indeks Headline Indeks Topik Pilihan Indeks Terpopuler www.kompas.com Kabar Palmerah About Us Advertise Policy Pedoman Media Siber Career Contact Us Copyright 2008 - 2018 PT. Kompas Cyber Media ( Kompas Gramedia Digital Group). All rights reserved.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen", https://nasional.kompas.com/read/2018/03/22/13062071/prabowo-ungkap-pidatonya-soal-indonesia-bubar-tahun-2030-atas-kajian-ahli.
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman
Editor : Diamanty Meiliana
Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen Dylan Aprialdo Rachman Kompas.com - 22/03/2018, 13:06 WIB Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017). Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017).(Twitter @prabowo) JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan, pernyataannya soal Indonesia tidak ada lagi tahun 2030 didasarkan pada scenario writing pihak asing. "Jadi di luar negeri itu ada scenario writing, yang nulis itu ahli-ahli intelijen strategis. Dibuka dong, baca dong," ujar Prabowo di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (22/3/2018). Prabowo ingin menyampaikan skenario tersebut sebagai sebuah peringatan bagi Pemerintah Indonesia untuk tidak menganggap enteng berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia, seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, penguasaan sumber daya, hingga persoalan lingkungan. (Baca juga: Jusuf Kalla Sebut Ramalan Indonesia Bubar 2030 Hanya Fiksi) Lebih lanjut ia mengatakan, masih banyak pihak asing yang hingga kini berusaha mengganggu kedaulatan Indonesia, seperti pada masa penjajahan di masa lalu. "Sesudah perang kemerdekaan mereka tetap Indonesia mau dipecah dari dulu selalu. Nah ini sekarang masih ada tulisan seperti itu bahwa Indonesia ini oleh ahli masih dianggap tahun 2030 sudah tidak ada lagi," ujarnya. Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia jangan terlalu lugu akan ancaman pihak luar terhadap kedaulatan Indonesia. Sebab, berbagai kekayaan manusia, sumber daya alam, hingga kebudayaan menjadi sasaran perebutan pihak asing. "Bahwa banyak iri sama kita banyak yang tidak punya sumber daya alam jadi mereka inginnya menjadi kaya dari kita, kita disuruh miskin terus jadi ini fenomena ya," kata dia. Meskipun demikian, ia mempersilakan jika berbagai pihak tak memercayai apa yang ia sampaikan. Ia menilai, hal itu merupakan kewajiban sebagai warga negara untuk mengingatkan negara akan potensi ancaman tertentu. (Baca juga: Presiden Tertawa saat Ditanya Pidato Prabowo soal Indonesia Bubar 2030) "Kalau enggak percaya sama saya dan enggak mau dengar ya enggak apa-apa. Kewajiban saya sebagai anak bangsa saya harus bicara kalau melihat suatu bahaya ya," ungkapnya. Seperti diketahui, pihak Istana telah menanggapi pidato Prabowo tersebut. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mempertanyakan dasar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia terancam bubar pada 2030. "Kalau Pak Prabowo menyatakan 2030 Indonesia bubar itu dasarnya apa? Itu perlu ditanya juga, kan, harus ada kajian ilmiah, analisis," kata Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/3/2018). Yang pasti, lanjut Johan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini justru ingin menjadikan Indonesia menjadi negara maju. Bahkan, pemerintah sudah mencanangkan program Indonesia Emas pada 2045. Johan mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah indikator yang menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. Dari sisi peringkat kemudahan berinvestasi, misalnya, Indonesia naik ke peringkat kedua setelah Filipina. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan Republik Indonesia bisa bubar di 2030 dalam pidatonya di hadapan kader Gerindra.(Kompas TV) PenulisDylan Aprialdo Rachman EditorDiamanty Meiliana Tag: Indonesia Prabowo Berita Terkait Fadli Zon: Pernyataan Prabowo soal Indonesia Bubar pada 2030 Hanya Peringatan Hashim Djojohadikusumo Nilai Prabowo Lebih Siap pada Pilpres 2019 Istana: Prabowo Bilang 2030 Indonesia Bubar, Dasarnya Apa? Survei Charta Politika: Di Jatim, Elektabilitas Jokowi 58,7 Persen, Prabowo 26,7 Persen Tampik Prabowo, Oesman Sapta Yakin sampai Kiamat Indonesia Tidak Bubar Komentar Ada 170 komentar untuk artikel ini - tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE Enggo Minggu, 25 Maret 2018 | 00:46 @hartini ngerti opo km nduk.. berkomentarlah yg sopan. nnti terciduk nangis2 (2) (0) Tanggapi Laporkan Robo Cop Sabtu, 24 Maret 2018 | 19:51 itu ungkapan kekhawatiran yang wajar dari beliau sebagai orang yang mencintai negaranya dan bisa jadi alarm peringatan bagi kita agar lebih waspada dan meningkatkan pertahanan, terutama intelejen kita (0) (0) Tanggapi Laporkan uwa ibienx Sabtu, 24 Maret 2018 | 18:42 mudah mudahan saja itu terjadi ya dan kita bisa jadi orang asing di negeri kita sendiri (0) (0) Tanggapi Laporkan phill O'larry Sabtu, 24 Maret 2018 | 08:13 tp menurut buku kajian intelejen asing yg sy baca, bubarnya indo bkn krn itu, tp krn rongrongan org2 macam si wowo beserta cecunguk2 n di bntu sm jongos2nya yg berambisi ingin mnguasai indonesia bagaimanapun caranya. org ini benar2 bagai duri dlm daging bagi nkri. (0) (0) Tanggapi Laporkan phill O'larry Sabtu, 24 Maret 2018 | 08:08 emng bnr bnyak negara asing yg ingin mnguasai indonesia krn kekayaan alamnya, dn beberapa sdh terjadi dr jmn orba(dg sutradara n tokoh utama suharto n d bantu bapaknya si wowo). (0) (0) Tanggapi Laporkan Laurensius Kevin Wijaya Jumat, 23 Maret 2018 | 17:54 kalau mau menang pemilu dgn statement2 yang membodohi rakyat/bikin resah/bikin pecah, harusnya kau nyapres di korea utara wo, sejajar lah kau dgn kim jong un itu (2) (0) Tanggapi Laporkan Tara Twll Jumat, 23 Maret 2018 | 14:20 kl om owo jd presiden skg indo gk jadi bubar wkwk itu hny bacot yg aga bau (0) (-1) Tanggapi Laporkan Denmas Nyono Jumat, 23 Maret 2018 | 13:34 kalau aku disuruh memilih, jelas memilih pemimpin yang visioner daripada pemimpin yang ilusioner, lebih jelas tujuannya tidak hanya dibawa mimpi thok.... (0) (0) Tanggapi Laporkan Denmas Nyono Jumat, 23 Maret 2018 | 13:28 kalau disimak ada kesamaan antara pidato tersebut dengan debat yang lalu. cak wo memaparkan dari ilusinya tentang kekayaan alam indonesia untuk kesejahteraan, sedangkan cak wi memaparkan visinya tentang kekayaan alam indonesia untuk kesejahteraan secara merata dimulai dari ujung dan pinggiran. (0) (0) Tanggapi Laporkan Denmas Nyono Jumat, 23 Maret 2018 | 13:24 aku masih ingat dalam debat capres silam. cak wo memaparkan kekayaan alam indonesia yang hilang sekian t, solusi dan tindak lanjut sebagai program kesejahteraan rakyat. sedangkan cak wi memaparkan kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat secara merata.kalu disimak ada kesamaan antara pidato tersebut (0) (0) Tanggapi Laporkan Selanjutnya Terkini Lainnya Hendak Dikirim ke Vietnam, Penyelundupan 8.501 Bayi Lobster di Lombok Barat Terbongkar Hendak Dikirim ke Vietnam, Penyelundupan 8.501 Bayi Lobster di Lombok Barat Terbongkar Regional 04/04/2018, 08:10 WIB Mereka yang Mengadu ke Anies-Sandiaga Saat Mobilnya Diderek Dishub... Mereka yang Mengadu ke Anies-Sandiaga Saat Mobilnya Diderek Dishub... Megapolitan 04/04/2018, 08:06 WIB Pelaku Penembakan di Kantor Pusat YouTube Ditemukan Tewas Pelaku Penembakan di Kantor Pusat YouTube Ditemukan Tewas Internasional 04/04/2018, 08:05 WIB Sehari Setelah Besan Meninggal, Jokowi Kerja Seperti Biasa Sehari Setelah Besan Meninggal, Jokowi Kerja Seperti Biasa Nasional 04/04/2018, 07:52 WIB 5 Berita Populer: Mobil Ratna Sarumpaet Diderek Dishub hingga Benua Afrika yang Terbelah 5 Berita Populer: Mobil Ratna Sarumpaet Diderek Dishub hingga Benua Afrika yang Terbelah Megapolitan 04/04/2018, 07:51 WIB Cek GOR Bulungan, Sandiaga Minta Disiapkan Net untuk Main Voli Bersama Cek GOR Bulungan, Sandiaga Minta Disiapkan Net untuk Main Voli Bersama Megapolitan 04/04/2018, 07:51 WIB Rekor 38 Tersangka KPK dan Upaya Menangani Korupsi Massal... Rekor 38 Tersangka KPK dan Upaya Menangani Korupsi Massal... Nasional 04/04/2018, 07:48 WIB Kenakan Topi dan Baju Lengan Panjang, Cara WNA Pelaku 'Skimming' Samarkan Identitas Kenakan Topi dan Baju Lengan Panjang, Cara WNA Pelaku "Skimming" Samarkan Identitas Megapolitan 04/04/2018, 07:45 WIB Berita Populer: Kapal Induk Baru China, hingga Pangeran Saudi Komentari Israel Berita Populer: Kapal Induk Baru China, hingga Pangeran Saudi Komentari Israel Internasional 04/04/2018, 07:34 WIB Jakarta Barat hingga Selatan Berpotensi Turun Hujan Disertai Angin Kencang Siang Ini Jakarta Barat hingga Selatan Berpotensi Turun Hujan Disertai Angin Kencang Siang Ini Megapolitan 04/04/2018, 07:21 WIB BNN Gandeng Golkar untuk Dukung Pencegahan Narkoba di Masyarakat BNN Gandeng Golkar untuk Dukung Pencegahan Narkoba di Masyarakat Nasional 04/04/2018, 07:07 WIB Dokter Terawan yang Dikenal dengan Metode 'Cuci Otak' Diberhentikan dari IDI Dokter Terawan yang Dikenal dengan Metode "Cuci Otak" Diberhentikan dari IDI Megapolitan 04/04/2018, 07:06 WIB Hari Ketiga Pencarian Pendaki yang Hilang di Gunung Merbabu, Hasilnya Nihil Hari Ketiga Pencarian Pendaki yang Hilang di Gunung Merbabu, Hasilnya Nihil Regional 04/04/2018, 07:04 WIB Menangkan Khofifah-Emil di Pilkada Jatim, Golkar Kejar 'Swing Voters' Menangkan Khofifah-Emil di Pilkada Jatim, Golkar Kejar "Swing Voters" Nasional 04/04/2018, 06:58 WIB Kapolri: Ubah Budaya Koruptif di Tubuh Polri Tidak Gampang, Perlu secara Bertahap Kapolri: Ubah Budaya Koruptif di Tubuh Polri Tidak Gampang, Perlu secara Bertahap Regional 04/04/2018, 06:53 WIB Load More Terpopuler 1 Sinyal Gerindra dan PKS untuk Gatot Nurmantyo Menuju Pilpres 2019... Dibaca 147.998 kali 2 Sekjen Nasdem: Pernyataan Prabowo Kasar, Lebih Banyak Fitnah Dibaca 70.409 kali 3 Besan Meninggal, Presiden Jokowi Batalkan Dua Rapat Terbatas Dibaca 47.634 kali 4 Besan Meninggal, Jokowi Berencana Pulang ke Solo Dibaca 19.330 kali 5 Effendi Gazali: Prabowo Galau, Sedang di Bawah Tekanan Dibaca 19.129 kali Now Trending Setelah Ratna Sarumpaet Telepon Anies, Mobil Dikembalikan dan Petugas Minta Maaf Setelah Ratna Sarumpaet Telepon Anies, Mobil Dikembalikan dan Petugas Minta Maaf Dokter Terawan yang Dikenal dengan Metode 'Cuci Otak' Diberhentikan dari IDI Dokter Terawan yang Dikenal dengan Metode "Cuci Otak" Diberhentikan dari IDI Rekor 38 Tersangka KPK dan Upaya Menangani Korupsi Massal... Rekor 38 Tersangka KPK dan Upaya Menangani Korupsi Massal... 7 Rekor Cristiano Ronaldo Saat Real Madrid Kalahkan Juventus 7 Rekor Cristiano Ronaldo Saat Real Madrid Kalahkan Juventus Retakan Raksasa Muncul di Kenya, Bukti Afrika Akan Terbelah Jadi Dua Retakan Raksasa Muncul di Kenya, Bukti Afrika Akan Terbelah Jadi Dua Ini Alasan Ratna Sarumpaet Telepon Anies Saat Mobilnya Diderek Dishub Ini Alasan Ratna Sarumpaet Telepon Anies Saat Mobilnya Diderek Dishub 'Tidak Ada Cara untuk Menghentikan Lionel Messi...' "Tidak Ada Cara untuk Menghentikan Lionel Messi..." Nafa Urbach Panggil 'Sayang' pada Pria Bernama Kevin Kambrey Nafa Urbach Panggil "Sayang" pada Pria Bernama Kevin Kambrey SOCIAL BUZZ Kompas.com @kompascom Mereka yang Mengadu ke Anies-Sandiaga Saat Mobilnya Diderek Dishub... https://t.co/Zd0eSAtdXg 6 m Kompas.com @kompascom Pelaku Penembakan di Kantor Pusat YouTube Ditemukan Tewas https://t.co/yjvZQhmXEM 6 m KompasBola @KompasBola Liverpool Vs Man City, Adu Tajam Barisan Penyerang https://t.co/2AToKJDeaP 8 m Kompas.com @kompascom Liverpool Vs Man City, Adu Tajam Barisan Penyerang https://t.co/l60fvZ6ykC 8 m Kompas.com @kompascom Simak Dahulu Diskon Mobil Murah per April 2018 https://t.co/qJJ1CxUpV5 10 m KOMPAS TV @KompasTV Amril adalah warga Jalan Sipayung, Kota Tegal, Jawa Tengah yang getol berkreasi lewat limbah koran bekas. Koran bek… https://t.co/4kVbNGzycYhttps://t.co/YxLArQWdYV 11 m Thailand Segera Pajaki Mata Uang Kripto 10 m Kompas.com Close Ads X News Nasional Regional Megapolitan Internasional Surat Pembaca Sains Edukasi Olahraga Ekonomi Bola Tekno Entertainment Otomotif Travel Health Lifestyle Properti Kolom Images TV VIK Indeks Berita Indeks Headline Indeks Topik Pilihan Indeks Terpopuler www.kompas.com Kabar Palmerah About Us Advertise Policy Pedoman Media Siber Career Contact Us Copyright 2008 - 2018 PT. Kompas Cyber Media ( Kompas Gramedia Digital Group). All rights reserved.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen", https://nasional.kompas.com/read/2018/03/22/13062071/prabowo-ungkap-pidatonya-soal-indonesia-bubar-tahun-2030-atas-kajian-ahli.
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman
Editor : Diamanty Meiliana
Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen Dylan Aprialdo Rachman Kompas.com - 22/03/2018, 13:06 WIB Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017). Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017).(Twitter @prabowo) JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan, pernyataannya soal Indonesia tidak ada lagi tahun 2030 didasarkan pada scenario writing pihak asing. "Jadi di luar negeri itu ada scenario writing, yang nulis itu ahli-ahli intelijen strategis. Dibuka dong, baca dong," ujar Prabowo di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (22/3/2018). Prabowo ingin menyampaikan skenario tersebut sebagai sebuah peringatan bagi Pemerintah Indonesia untuk tidak menganggap enteng berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia, seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, penguasaan sumber daya, hingga persoalan lingkungan. (Baca juga: Jusuf Kalla Sebut Ramalan Indonesia Bubar 2030 Hanya Fiksi) Lebih lanjut ia mengatakan, masih banyak pihak asing yang hingga kini berusaha mengganggu kedaulatan Indonesia, seperti pada masa penjajahan di masa lalu. "Sesudah perang kemerdekaan mereka tetap Indonesia mau dipecah dari dulu selalu. Nah ini sekarang masih ada tulisan seperti itu bahwa Indonesia ini oleh ahli masih dianggap tahun 2030 sudah tidak ada lagi," ujarnya. Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia jangan terlalu lugu akan ancaman pihak luar terhadap kedaulatan Indonesia. Sebab, berbagai kekayaan manusia, sumber daya alam, hingga kebudayaan menjadi sasaran perebutan pihak asing. "Bahwa banyak iri sama kita banyak yang tidak punya sumber daya alam jadi mereka inginnya menjadi kaya dari kita, kita disuruh miskin terus jadi ini fenomena ya," kata dia. Meskipun demikian, ia mempersilakan jika berbagai pihak tak memercayai apa yang ia sampaikan. Ia menilai, hal itu merupakan kewajiban sebagai warga negara untuk mengingatkan negara akan potensi ancaman tertentu. (Baca juga: Presiden Tertawa saat Ditanya Pidato Prabowo soal Indonesia Bubar 2030) "Kalau enggak percaya sama saya dan enggak mau dengar ya enggak apa-apa. Kewajiban saya sebagai anak bangsa saya harus bicara kalau melihat suatu bahaya ya," ungkapnya. Seperti diketahui, pihak Istana telah menanggapi pidato Prabowo tersebut. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mempertanyakan dasar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia terancam bubar pada 2030. "Kalau Pak Prabowo menyatakan 2030 Indonesia bubar itu dasarnya apa? Itu perlu ditanya juga, kan, harus ada kajian ilmiah, analisis," kata Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/3/2018). Yang pasti, lanjut Johan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini justru ingin menjadikan Indonesia menjadi negara maju. Bahkan, pemerintah sudah mencanangkan program Indonesia Emas pada 2045. Johan mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah indikator yang menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. Dari sisi peringkat kemudahan berinvestasi, misalnya, Indonesia naik ke peringkat kedua setelah Filipina. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan Republik Indonesia bisa bubar di 2030 dalam pidatonya di hadapan kader Gerindra.(Kompas TV) PenulisDylan Aprialdo Rachman EditorDiamanty Meiliana Tag: Indonesia Prabowo Berita Terkait Fadli Zon: Pernyataan Prabowo soal Indonesia Bubar pada 2030 Hanya Peringatan Hashim Djojohadikusumo Nilai Prabowo Lebih Siap pada Pilpres 2019 Istana: Prabowo Bilang 2030 Indonesia Bubar, Dasarnya Apa? Survei Charta Politika: Di Jatim, Elektabilitas Jokowi 58,7 Persen, Prabowo 26,7 Persen Tampik Prabowo, Oesman Sapta Yakin sampai Kiamat Indonesia Tidak Bubar Komentar Ada 170 komentar untuk artikel ini - tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE Enggo Minggu, 25 Maret 2018 | 00:46 @hartini ngerti opo km nduk.. berkomentarlah yg sopan. nnti terciduk nangis2 (2) (0) Tanggapi Laporkan Robo Cop Sabtu, 24 Maret 2018 | 19:51 itu ungkapan kekhawatiran yang wajar dari beliau sebagai orang yang mencintai negaranya dan bisa jadi alarm peringatan bagi kita agar lebih waspada dan meningkatkan pertahanan, terutama intelejen kita (0) (0) Tanggapi Laporkan uwa ibienx Sabtu, 24 Maret 2018 | 18:42 mudah mudahan saja itu terjadi ya dan kita bisa jadi orang asing di negeri kita sendiri (0) (0) Tanggapi Laporkan phill O'larry Sabtu, 24 Maret 2018 | 08:13 tp menurut buku kajian intelejen asing yg sy baca, bubarnya indo bkn krn itu, tp krn rongrongan org2 macam si wowo beserta cecunguk2 n di bntu sm jongos2nya yg berambisi ingin mnguasai indonesia bagaimanapun caranya. org ini benar2 bagai duri dlm daging bagi nkri. (0) (0) Tanggapi Laporkan phill O'larry Sabtu, 24 Maret 2018 | 08:08 emng bnr bnyak negara asing yg ingin mnguasai indonesia krn kekayaan alamnya, dn beberapa sdh terjadi dr jmn orba(dg sutradara n tokoh utama suharto n d bantu bapaknya si wowo). (0) (0) Tanggapi Laporkan Laurensius Kevin Wijaya Jumat, 23 Maret 2018 | 17:54 kalau mau menang pemilu dgn statement2 yang membodohi rakyat/bikin resah/bikin pecah, harusnya kau nyapres di korea utara wo, sejajar lah kau dgn kim jong un itu (2) (0) Tanggapi Laporkan Tara Twll Jumat, 23 Maret 2018 | 14:20 kl om owo jd presiden skg indo gk jadi bubar wkwk itu hny bacot yg aga bau (0) (-1) Tanggapi Laporkan Denmas Nyono Jumat, 23 Maret 2018 | 13:34 kalau aku disuruh memilih, jelas memilih pemimpin yang visioner daripada pemimpin yang ilusioner, lebih jelas tujuannya tidak hanya dibawa mimpi thok.... (0) (0) Tanggapi Laporkan Denmas Nyono Jumat, 23 Maret 2018 | 13:28 kalau disimak ada kesamaan antara pidato tersebut dengan debat yang lalu. cak wo memaparkan dari ilusinya tentang kekayaan alam indonesia untuk kesejahteraan, sedangkan cak wi memaparkan visinya tentang kekayaan alam indonesia untuk kesejahteraan secara merata dimulai dari ujung dan pinggiran. (0) (0) Tanggapi Laporkan Denmas Nyono Jumat, 23 Maret 2018 | 13:24 aku masih ingat dalam debat capres silam. cak wo memaparkan kekayaan alam indonesia yang hilang sekian t, solusi dan tindak lanjut sebagai program kesejahteraan rakyat. sedangkan cak wi memaparkan kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat secara merata.kalu disimak ada kesamaan antara pidato tersebut (0) (0) Tanggapi Laporkan Selanjutnya Terkini Lainnya Hendak Dikirim ke Vietnam, Penyelundupan 8.501 Bayi Lobster di Lombok Barat Terbongkar Hendak Dikirim ke Vietnam, Penyelundupan 8.501 Bayi Lobster di Lombok Barat Terbongkar Regional 04/04/2018, 08:10 WIB Mereka yang Mengadu ke Anies-Sandiaga Saat Mobilnya Diderek Dishub... Mereka yang Mengadu ke Anies-Sandiaga Saat Mobilnya Diderek Dishub... Megapolitan 04/04/2018, 08:06 WIB Pelaku Penembakan di Kantor Pusat YouTube Ditemukan Tewas Pelaku Penembakan di Kantor Pusat YouTube Ditemukan Tewas Internasional 04/04/2018, 08:05 WIB Sehari Setelah Besan Meninggal, Jokowi Kerja Seperti Biasa Sehari Setelah Besan Meninggal, Jokowi Kerja Seperti Biasa Nasional 04/04/2018, 07:52 WIB 5 Berita Populer: Mobil Ratna Sarumpaet Diderek Dishub hingga Benua Afrika yang Terbelah 5 Berita Populer: Mobil Ratna Sarumpaet Diderek Dishub hingga Benua Afrika yang Terbelah Megapolitan 04/04/2018, 07:51 WIB Cek GOR Bulungan, Sandiaga Minta Disiapkan Net untuk Main Voli Bersama Cek GOR Bulungan, Sandiaga Minta Disiapkan Net untuk Main Voli Bersama Megapolitan 04/04/2018, 07:51 WIB Rekor 38 Tersangka KPK dan Upaya Menangani Korupsi Massal... Rekor 38 Tersangka KPK dan Upaya Menangani Korupsi Massal... Nasional 04/04/2018, 07:48 WIB Kenakan Topi dan Baju Lengan Panjang, Cara WNA Pelaku 'Skimming' Samarkan Identitas Kenakan Topi dan Baju Lengan Panjang, Cara WNA Pelaku "Skimming" Samarkan Identitas Megapolitan 04/04/2018, 07:45 WIB Berita Populer: Kapal Induk Baru China, hingga Pangeran Saudi Komentari Israel Berita Populer: Kapal Induk Baru China, hingga Pangeran Saudi Komentari Israel Internasional 04/04/2018, 07:34 WIB Jakarta Barat hingga Selatan Berpotensi Turun Hujan Disertai Angin Kencang Siang Ini Jakarta Barat hingga Selatan Berpotensi Turun Hujan Disertai Angin Kencang Siang Ini Megapolitan 04/04/2018, 07:21 WIB BNN Gandeng Golkar untuk Dukung Pencegahan Narkoba di Masyarakat BNN Gandeng Golkar untuk Dukung Pencegahan Narkoba di Masyarakat Nasional 04/04/2018, 07:07 WIB Dokter Terawan yang Dikenal dengan Metode 'Cuci Otak' Diberhentikan dari IDI Dokter Terawan yang Dikenal dengan Metode "Cuci Otak" Diberhentikan dari IDI Megapolitan 04/04/2018, 07:06 WIB Hari Ketiga Pencarian Pendaki yang Hilang di Gunung Merbabu, Hasilnya Nihil Hari Ketiga Pencarian Pendaki yang Hilang di Gunung Merbabu, Hasilnya Nihil Regional 04/04/2018, 07:04 WIB Menangkan Khofifah-Emil di Pilkada Jatim, Golkar Kejar 'Swing Voters' Menangkan Khofifah-Emil di Pilkada Jatim, Golkar Kejar "Swing Voters" Nasional 04/04/2018, 06:58 WIB Kapolri: Ubah Budaya Koruptif di Tubuh Polri Tidak Gampang, Perlu secara Bertahap Kapolri: Ubah Budaya Koruptif di Tubuh Polri Tidak Gampang, Perlu secara Bertahap Regional 04/04/2018, 06:53 WIB Load More Terpopuler 1 Sinyal Gerindra dan PKS untuk Gatot Nurmantyo Menuju Pilpres 2019... Dibaca 147.998 kali 2 Sekjen Nasdem: Pernyataan Prabowo Kasar, Lebih Banyak Fitnah Dibaca 70.409 kali 3 Besan Meninggal, Presiden Jokowi Batalkan Dua Rapat Terbatas Dibaca 47.634 kali 4 Besan Meninggal, Jokowi Berencana Pulang ke Solo Dibaca 19.330 kali 5 Effendi Gazali: Prabowo Galau, Sedang di Bawah Tekanan Dibaca 19.129 kali Now Trending Setelah Ratna Sarumpaet Telepon Anies, Mobil Dikembalikan dan Petugas Minta Maaf Setelah Ratna Sarumpaet Telepon Anies, Mobil Dikembalikan dan Petugas Minta Maaf Dokter Terawan yang Dikenal dengan Metode 'Cuci Otak' Diberhentikan dari IDI Dokter Terawan yang Dikenal dengan Metode "Cuci Otak" Diberhentikan dari IDI Rekor 38 Tersangka KPK dan Upaya Menangani Korupsi Massal... Rekor 38 Tersangka KPK dan Upaya Menangani Korupsi Massal... 7 Rekor Cristiano Ronaldo Saat Real Madrid Kalahkan Juventus 7 Rekor Cristiano Ronaldo Saat Real Madrid Kalahkan Juventus Retakan Raksasa Muncul di Kenya, Bukti Afrika Akan Terbelah Jadi Dua Retakan Raksasa Muncul di Kenya, Bukti Afrika Akan Terbelah Jadi Dua Ini Alasan Ratna Sarumpaet Telepon Anies Saat Mobilnya Diderek Dishub Ini Alasan Ratna Sarumpaet Telepon Anies Saat Mobilnya Diderek Dishub 'Tidak Ada Cara untuk Menghentikan Lionel Messi...' "Tidak Ada Cara untuk Menghentikan Lionel Messi..." Nafa Urbach Panggil 'Sayang' pada Pria Bernama Kevin Kambrey Nafa Urbach Panggil "Sayang" pada Pria Bernama Kevin Kambrey SOCIAL BUZZ Kompas.com @kompascom Mereka yang Mengadu ke Anies-Sandiaga Saat Mobilnya Diderek Dishub... https://t.co/Zd0eSAtdXg 6 m Kompas.com @kompascom Pelaku Penembakan di Kantor Pusat YouTube Ditemukan Tewas https://t.co/yjvZQhmXEM 6 m KompasBola @KompasBola Liverpool Vs Man City, Adu Tajam Barisan Penyerang https://t.co/2AToKJDeaP 8 m Kompas.com @kompascom Liverpool Vs Man City, Adu Tajam Barisan Penyerang https://t.co/l60fvZ6ykC 8 m Kompas.com @kompascom Simak Dahulu Diskon Mobil Murah per April 2018 https://t.co/qJJ1CxUpV5 10 m KOMPAS TV @KompasTV Amril adalah warga Jalan Sipayung, Kota Tegal, Jawa Tengah yang getol berkreasi lewat limbah koran bekas. Koran bek… https://t.co/4kVbNGzycYhttps://t.co/YxLArQWdYV 11 m Thailand Segera Pajaki Mata Uang Kripto 10 m Kompas.com Close Ads X News Nasional Regional Megapolitan Internasional Surat Pembaca Sains Edukasi Olahraga Ekonomi Bola Tekno Entertainment Otomotif Travel Health Lifestyle Properti Kolom Images TV VIK Indeks Berita Indeks Headline Indeks Topik Pilihan Indeks Terpopuler www.kompas.com Kabar Palmerah About Us Advertise Policy Pedoman Media Siber Career Contact Us Copyright 2008 - 2018 PT. Kompas Cyber Media ( Kompas Gramedia Digital Group). All rights reserved.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen", https://nasional.kompas.com/read/2018/03/22/13062071/prabowo-ungkap-pidatonya-soal-indonesia-bubar-tahun-2030-atas-kajian-ahli.
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman
Editor : Diamanty Meiliana
Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen Dylan Aprialdo Rachman Kompas.com - 22/03/2018, 13:06 WIB Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017). Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017).(Twitter @prabowo) JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan, pernyataannya soal Indonesia tidak ada lagi tahun 2030 didasarkan pada scenario writing pihak asing. "Jadi di luar negeri itu ada scenario writing, yang nulis itu ahli-ahli intelijen strategis. Dibuka dong, baca dong," ujar Prabowo di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (22/3/2018). Prabowo ingin menyampaikan skenario tersebut sebagai sebuah peringatan bagi Pemerintah Indonesia untuk tidak menganggap enteng berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia, seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, penguasaan sumber daya, hingga persoalan lingkungan. (Baca juga: Jusuf Kalla Sebut Ramalan Indonesia Bubar 2030 Hanya Fiksi) Lebih lanjut ia mengatakan, masih banyak pihak asing yang hingga kini berusaha mengganggu kedaulatan Indonesia, seperti pada masa penjajahan di masa lalu. "Sesudah perang kemerdekaan mereka tetap Indonesia mau dipecah dari dulu selalu. Nah ini sekarang masih ada tulisan seperti itu bahwa Indonesia ini oleh ahli masih dianggap tahun 2030 sudah tidak ada lagi," ujarnya. Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia jangan terlalu lugu akan ancaman pihak luar terhadap kedaulatan Indonesia. Sebab, berbagai kekayaan manusia, sumber daya alam, hingga kebudayaan menjadi sasaran perebutan pihak asing. "Bahwa banyak iri sama kita banyak yang tidak punya sumber daya alam jadi mereka inginnya menjadi kaya dari kita, kita disuruh miskin terus jadi ini fenomena ya," kata dia. Meskipun demikian, ia mempersilakan jika berbagai pihak tak memercayai apa yang ia sampaikan. Ia menilai, hal itu merupakan kewajiban sebagai warga negara untuk mengingatkan negara akan potensi ancaman tertentu. (Baca juga: Presiden Tertawa saat Ditanya Pidato Prabowo soal Indonesia Bubar 2030) "Kalau enggak percaya sama saya dan enggak mau dengar ya enggak apa-apa. Kewajiban saya sebagai anak bangsa saya harus bicara kalau melihat suatu bahaya ya," ungkapnya. Seperti diketahui, pihak Istana telah menanggapi pidato Prabowo tersebut. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mempertanyakan dasar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia terancam bubar pada 2030. "Kalau Pak Prabowo menyatakan 2030 Indonesia bubar itu dasarnya apa? Itu perlu ditanya juga, kan, harus ada kajian ilmiah, analisis," kata Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/3/2018). Yang pasti, lanjut Johan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini justru ingin menjadikan Indonesia menjadi negara maju. Bahkan, pemerintah sudah mencanangkan program Indonesia Emas pada 2045. Johan mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah indikator yang menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. Dari sisi peringkat kemudahan berinvestasi, misalnya, Indonesia naik ke peringkat kedua setelah Filipina.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen", https://nasional.kompas.com/read/2018/03/22/13062071/prabowo-ungkap-pidatonya-soal-indonesia-bubar-tahun-2030-atas-kajian-ahli.
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman
Editor : Diamanty Meiliana
Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen Dylan Aprialdo Rachman Kompas.com - 22/03/2018, 13:06 WIB Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017). Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017).(Twitter @prabowo) JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan, pernyataannya soal Indonesia tidak ada lagi tahun 2030 didasarkan pada scenario writing pihak asing. "Jadi di luar negeri itu ada scenario writing, yang nulis itu ahli-ahli intelijen strategis. Dibuka dong, baca dong," ujar Prabowo di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (22/3/2018). Prabowo ingin menyampaikan skenario tersebut sebagai sebuah peringatan bagi Pemerintah Indonesia untuk tidak menganggap enteng berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia, seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, penguasaan sumber daya, hingga persoalan lingkungan. (Baca juga: Jusuf Kalla Sebut Ramalan Indonesia Bubar 2030 Hanya Fiksi) Lebih lanjut ia mengatakan, masih banyak pihak asing yang hingga kini berusaha mengganggu kedaulatan Indonesia, seperti pada masa penjajahan di masa lalu. "Sesudah perang kemerdekaan mereka tetap Indonesia mau dipecah dari dulu selalu. Nah ini sekarang masih ada tulisan seperti itu bahwa Indonesia ini oleh ahli masih dianggap tahun 2030 sudah tidak ada lagi," ujarnya. Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia jangan terlalu lugu akan ancaman pihak luar terhadap kedaulatan Indonesia. Sebab, berbagai kekayaan manusia, sumber daya alam, hingga kebudayaan menjadi sasaran perebutan pihak asing. "Bahwa banyak iri sama kita banyak yang tidak punya sumber daya alam jadi mereka inginnya menjadi kaya dari kita, kita disuruh miskin terus jadi ini fenomena ya," kata dia. Meskipun demikian, ia mempersilakan jika berbagai pihak tak memercayai apa yang ia sampaikan. Ia menilai, hal itu merupakan kewajiban sebagai warga negara untuk mengingatkan negara akan potensi ancaman tertentu. (Baca juga: Presiden Tertawa saat Ditanya Pidato Prabowo soal Indonesia Bubar 2030) "Kalau enggak percaya sama saya dan enggak mau dengar ya enggak apa-apa. Kewajiban saya sebagai anak bangsa saya harus bicara kalau melihat suatu bahaya ya," ungkapnya. Seperti diketahui, pihak Istana telah menanggapi pidato Prabowo tersebut. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mempertanyakan dasar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia terancam bubar pada 2030. "Kalau Pak Prabowo menyatakan 2030 Indonesia bubar itu dasarnya apa? Itu perlu ditanya juga, kan, harus ada kajian ilmiah, analisis," kata Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/3/2018). Yang pasti, lanjut Johan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini justru ingin menjadikan Indonesia menjadi negara maju. Bahkan, pemerintah sudah mencanangkan program Indonesia Emas pada 2045. Johan mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah indikator yang menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. Dari sisi peringkat kemudahan berinvestasi, misalnya, Indonesia naik ke peringkat kedua setelah Filipina.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen", https://nasional.kompas.com/read/2018/03/22/13062071/prabowo-ungkap-pidatonya-soal-indonesia-bubar-tahun-2030-atas-kajian-ahli.
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman
Editor : Diamanty Meiliana
Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen Dylan Aprialdo Rachman Kompas.com - 22/03/2018, 13:06 WIB Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017). Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017).(Twitter @prabowo) JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan, pernyataannya soal Indonesia tidak ada lagi tahun 2030 didasarkan pada scenario writing pihak asing. "Jadi di luar negeri itu ada scenario writing, yang nulis itu ahli-ahli intelijen strategis. Dibuka dong, baca dong," ujar Prabowo di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (22/3/2018). Prabowo ingin menyampaikan skenario tersebut sebagai sebuah peringatan bagi Pemerintah Indonesia untuk tidak menganggap enteng berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia, seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, penguasaan sumber daya, hingga persoalan lingkungan. (Baca juga: Jusuf Kalla Sebut Ramalan Indonesia Bubar 2030 Hanya Fiksi) Lebih lanjut ia mengatakan, masih banyak pihak asing yang hingga kini berusaha mengganggu kedaulatan Indonesia, seperti pada masa penjajahan di masa lalu. "Sesudah perang kemerdekaan mereka tetap Indonesia mau dipecah dari dulu selalu. Nah ini sekarang masih ada tulisan seperti itu bahwa Indonesia ini oleh ahli masih dianggap tahun 2030 sudah tidak ada lagi," ujarnya. Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia jangan terlalu lugu akan ancaman pihak luar terhadap kedaulatan Indonesia. Sebab, berbagai kekayaan manusia, sumber daya alam, hingga kebudayaan menjadi sasaran perebutan pihak asing. "Bahwa banyak iri sama kita banyak yang tidak punya sumber daya alam jadi mereka inginnya menjadi kaya dari kita, kita disuruh miskin terus jadi ini fenomena ya," kata dia. Meskipun demikian, ia mempersilakan jika berbagai pihak tak memercayai apa yang ia sampaikan. Ia menilai, hal itu merupakan kewajiban sebagai warga negara untuk mengingatkan negara akan potensi ancaman tertentu. (Baca juga: Presiden Tertawa saat Ditanya Pidato Prabowo soal Indonesia Bubar 2030) "Kalau enggak percaya sama saya dan enggak mau dengar ya enggak apa-apa. Kewajiban saya sebagai anak bangsa saya harus bicara kalau melihat suatu bahaya ya," ungkapnya. Seperti diketahui, pihak Istana telah menanggapi pidato Prabowo tersebut. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mempertanyakan dasar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia terancam bubar pada 2030. "Kalau Pak Prabowo menyatakan 2030 Indonesia bubar itu dasarnya apa? Itu perlu ditanya juga, kan, harus ada kajian ilmiah, analisis," kata Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/3/2018). Yang pasti, lanjut Johan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini justru ingin menjadikan Indonesia menjadi negara maju. Bahkan, pemerintah sudah mencanangkan program Indonesia Emas pada 2045. Johan mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah indikator yang menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. Dari sisi peringkat kemudahan berinvestasi, misalnya, Indonesia naik ke peringkat kedua setelah Filipina.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen", https://nasional.kompas.com/read/2018/03/22/13062071/prabowo-ungkap-pidatonya-soal-indonesia-bubar-tahun-2030-atas-kajian-ahli.
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman
Editor : Diamanty Meiliana
Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen Dylan Aprialdo Rachman Kompas.com - 22/03/2018, 13:06 WIB Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017). Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017).(Twitter @prabowo) JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan, pernyataannya soal Indonesia tidak ada lagi tahun 2030 didasarkan pada scenario writing pihak asing. "Jadi di luar negeri itu ada scenario writing, yang nulis itu ahli-ahli intelijen strategis. Dibuka dong, baca dong," ujar Prabowo di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (22/3/2018). Prabowo ingin menyampaikan skenario tersebut sebagai sebuah peringatan bagi Pemerintah Indonesia untuk tidak menganggap enteng berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia, seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, penguasaan sumber daya, hingga persoalan lingkungan. (Baca juga: Jusuf Kalla Sebut Ramalan Indonesia Bubar 2030 Hanya Fiksi) Lebih lanjut ia mengatakan, masih banyak pihak asing yang hingga kini berusaha mengganggu kedaulatan Indonesia, seperti pada masa penjajahan di masa lalu. "Sesudah perang kemerdekaan mereka tetap Indonesia mau dipecah dari dulu selalu. Nah ini sekarang masih ada tulisan seperti itu bahwa Indonesia ini oleh ahli masih dianggap tahun 2030 sudah tidak ada lagi," ujarnya. Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia jangan terlalu lugu akan ancaman pihak luar terhadap kedaulatan Indonesia. Sebab, berbagai kekayaan manusia, sumber daya alam, hingga kebudayaan menjadi sasaran perebutan pihak asing. "Bahwa banyak iri sama kita banyak yang tidak punya sumber daya alam jadi mereka inginnya menjadi kaya dari kita, kita disuruh miskin terus jadi ini fenomena ya," kata dia. Meskipun demikian, ia mempersilakan jika berbagai pihak tak memercayai apa yang ia sampaikan. Ia menilai, hal itu merupakan kewajiban sebagai warga negara untuk mengingatkan negara akan potensi ancaman tertentu. (Baca juga: Presiden Tertawa saat Ditanya Pidato Prabowo soal Indonesia Bubar 2030) "Kalau enggak percaya sama saya dan enggak mau dengar ya enggak apa-apa. Kewajiban saya sebagai anak bangsa saya harus bicara kalau melihat suatu bahaya ya," ungkapnya. Seperti diketahui, pihak Istana telah menanggapi pidato Prabowo tersebut. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mempertanyakan dasar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia terancam bubar pada 2030. "Kalau Pak Prabowo menyatakan 2030 Indonesia bubar itu dasarnya apa? Itu perlu ditanya juga, kan, harus ada kajian ilmiah, analisis," kata Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/3/2018). Yang pasti, lanjut Johan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini justru ingin menjadikan Indonesia menjadi negara maju. Bahkan, pemerintah sudah mencanangkan program Indonesia Emas pada 2045. Johan mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah indikator yang menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. Dari sisi peringkat kemudahan berinvestasi, misalnya, Indonesia naik ke peringkat kedua setelah Filipina.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen", https://nasional.kompas.com/read/2018/03/22/13062071/prabowo-ungkap-pidatonya-soal-indonesia-bubar-tahun-2030-atas-kajian-ahli.
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman
Editor : Diamanty Meiliana

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan, pernyataannya soal Indonesia tidak ada lagi tahun 2030 didasarkan pada scenario writing pihak asing. "Jadi di luar negeri itu ada scenario writing, yang nulis itu ahli-ahli intelijen strategis. Dibuka dong, baca dong," ujar Prabowo di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (22/3/2018). Prabowo ingin menyampaikan skenario tersebut sebagai sebuah peringatan bagi Pemerintah Indonesia untuk tidak menganggap enteng berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia, seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, penguasaan sumber daya, hingga persoalan lingkungan. (Baca juga: Jusuf Kalla Sebut Ramalan Indonesia Bubar 2030 Hanya Fiksi) Lebih lanjut ia mengatakan, masih banyak pihak asing yang hingga kini berusaha mengganggu kedaulatan Indonesia, seperti pada masa penjajahan di masa lalu. "Sesudah perang kemerdekaan mereka tetap Indonesia mau dipecah dari dulu selalu. Nah ini sekarang masih ada tulisan seperti itu bahwa Indonesia ini oleh ahli masih dianggap tahun 2030 sudah tidak ada lagi," ujarnya. Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia jangan terlalu lugu akan ancaman pihak luar terhadap kedaulatan Indonesia. Sebab, berbagai kekayaan manusia, sumber daya alam, hingga kebudayaan menjadi sasaran perebutan pihak asing. "Bahwa banyak iri sama kita banyak yang tidak punya sumber daya alam jadi mereka inginnya menjadi kaya dari kita, kita disuruh miskin terus jadi ini fenomena ya," kata dia. Meskipun demikian, ia mempersilakan jika berbagai pihak tak memercayai apa yang ia sampaikan. Ia menilai, hal itu merupakan kewajiban sebagai warga negara untuk mengingatkan negara akan potensi ancaman tertentu. (Baca juga: Presiden Tertawa saat Ditanya Pidato Prabowo soal Indonesia Bubar 2030) "Kalau enggak percaya sama saya dan enggak mau dengar ya enggak apa-apa. Kewajiban saya sebagai anak bangsa saya harus bicara kalau melihat suatu bahaya ya," ungkapnya. Seperti diketahui, pihak Istana telah menanggapi pidato Prabowo tersebut. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mempertanyakan dasar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia terancam bubar pada 2030. "Kalau Pak Prabowo menyatakan 2030 Indonesia bubar itu dasarnya apa? Itu perlu ditanya juga, kan, harus ada kajian ilmiah, analisis," kata Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/3/2018). Yang pasti, lanjut Johan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini justru ingin menjadikan Indonesia menjadi negara maju. Bahkan, pemerintah sudah mencanangkan program Indonesia Emas pada 2045. Johan mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah indikator yang menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. Dari sisi peringkat kemudahan berinvestasi, misalnya, Indonesia naik ke peringkat kedua setelah Filipina.