SMK Taruna Bangsa

Bacaan Artikel Siswa SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi

Teknologi Chatbot Mudahkan Pelayanan Rumah Sakit hingga E-Commerce

 Rio Dening Roso, S.Kom    2018-10-19

JAKARTA - Industri bisnis saat ini bisa dikatakan tidak bisa dipisahkan dengan teknologi atau digitalisasi. Bahkan dengan berkembangnya sistem AI, Big Data, dan bahkan Internet of Things (IoT) mampu membantu Industri bisnis semakin efisien dan maju.

Belakangan ini, fungsi customer service beberapa perusahaan pun telah digantikan dengan sistem chatbot, yakni sistem yang dibuat sebagai percakapan intelektual dengan satu atau lebih manusia baik secara audio atau teks.

Menurut Country Manager AiChat Indonesia, salah satu perusahaan layanan chatbot, Sudono Salim mengatakan jika saat ini di Indonesia sudah banyak beberapa perusahaan yang menerapkan chatbot untuk kemudahan informasi pelanggannya, di antaranya perusahaan cloud digital, banking, asuransi, rumah sakit dan perhotelan.

"Industrinya yang sangat mendapatkan manfaat pastinya industri yang bergerak di mass market," kata dia saat ditemui di kawasan Hotel Shangri-La, Jakarta, pada 17 Oktober 2018. Menurut dia dengan menggunakan sistem chatbot akan memberikan kemudahan dari sisi waktu dan sistem data. Misalnya saja, kata dia saat orang akan membeli lampu, hanya dengan menggunakan chatbot mampu mengarahkan pembeli untuk memilih lampu mana yang diinginkan dan dibeli.

 

Chatbot

"Jadi gak usah nunggu sales atau SPG, 90 persen pertanyaan sudah bisa dijawab oleh chatbot," kata dia.

Lebih lanjut dia menyebutkan jika platform sejenis WhatsApp, LINE, dan Facebook mampu membantu chatbot milik AiChat. Sehingga nantinya pengguna atau customer mampu memilih platform mana yang akan digunakan.

"Jika target market share saya misalnya rumah sakit mungkin banyak yang pakai Facebook jadi saya akan men-develop ke sana," imbuh dia.

Lebih lanjut dia mengatakan jika saat ini bisnis chatbot di Indonesia juga sudah lumayan banyak dan kompetitif. Namun adapun kendalanya adalah dari sisi penggunanya atau perusahaan. Menurutnya, beberapa perusahaan saat ini masih was-was untuk menerapkan sistem chatbot, khususnya dari segi biaya.

"Kendalanya banyak sih, karena ini teknologi baru jadi banyak dari mereka yang masih was-was untuk invest. Kita menganggap ini investasi, jadi mereka berpikir 'ini teknologi baru kalau saya invest uang segini ada returnya gak ya'. Mereka takut kasarnya nyemplungin duit tapi gak balik," kata dia.

Chatbot

sumber : https://techno.okezone.com/read/2018/10/18/207/1965637/teknologi-chatbot-mudahkan-pelayanan-rumah-sakit-hingga-e-commerce